Tampilkan postingan dengan label Lionel Andres Messi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lionel Andres Messi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Juni 2013
Selasa, 25 Juni 2013
Fakta Tentang Lionel Messi dan C.Ronaldo!! Siapa yg Terbaik Messi or Ronaldo?
Fakta Tentang Lionel Messi dan C.Ronaldo, Siapakah Menurut anda yg Terhebat C.Ronaldo atau Lionel Messi?
Selasa, 18 Juni 2013
Lionel Messi - C.Ronaldo, Siapa yang Terbaik?
Detik-detik pemilihan pesepakbola penerima Balon D’or semakin mendekati puncaknya di bulan Januari, rivalitas individu penerima tanda pengakuan pesepakbola terbaik sejagat raya saat ini mengerucut pada dua nama: Messi dan Ronaldo. Tanpa mengesampingkan pemain lain dan kenyataan bahwa tahun ini kedua nama tersebut hanya meraih satu tropi lokal bersama timnya, mereka berdua seperti makhluk dari planet lain, bermain sepakbola di level yang jauh berbeda dengan pemain lain. Jika dijumlahkan gol keduanya lebih besar dari seluruh gol top skorer liga-liga top Eropa, bahkan lebih besar dari beberapa klub pemuncak klasemen liga-liga Sepakbola Eropa.
Persaingan tentang siapa yang paling hebat tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam adu argumentasi antar penggemar, dukungan pemain, pelatih dan pendapat mantan legenda sepakbola yang turut memanaskan persaingan. Satu hal yang cukup menarik, dengan produktivitas gol keduanya yang begitu luar biasa, posisi asli Messi dan Ronaldo justru bukanlah striker. Messi awalnya diplot sebagai pemain tengah, sementara sejatinya Ronaldo adalah seorang Winger yang biasa menyisir tepi lapangan. Bagaimana mereka bertransformasi menjadi predator mengerikan di depan gawang itu cerita lain.
Meskipun Ronaldo sendiri mengatakan mustahil untuk membandingkan keduanya, mereka memiliki karakter yang jauh berbeda dan bermain dengan gaya yang sangat berbeda, tetap saja sangat menarik untuk membandingkan siapa yang lebih hebat. Rivalitas ini tampaknya akan awet bertahan hingga beberapa waktu ke depan hingga satu nama digadang-gadang akan mengubah peta persaingan menjadi segitiga meramaikan bursa: Neymar. Tapi sementara kita hanya memasukan dua nama besar itu dulu.
Jadi siapa yang lebih hebat? Sangat sulit memutuskan siapa yang lebih hebat sebelum melihat argumentasinya. Mari kita lihat beberapa argumentasi perbandingan keduanya beserta pandangan berikut.
- Ada yang mengatakan Messi hebat karena bakat alami, sementara Ronaldo hebat karena kerja keras. Pendapat tersebut sepertinya merendahkan bakat dan kerja keras keduanya. Apakah Ronaldo bisa sehebat sekarang tanpa bakat yang ia miliki? Atau Messi tidak berlatih sekeras Ronaldo? Sir Alex Ferguson tidak akan merekrut Ronaldo muda dan menggemblengnya jika tidak melihat bakat alaminya, sementara Messi tidak akan memiliki stamina prima seperti saat ini jika hanya mengandalkan bakat alami.
- Ronaldo lebih komplit, kedua kakinya hidup, jago tendangan bebas, kuat di udara, fisiknya kokoh, dan memiliki kecepatan yang sulit ditandingi. Untuk urusan duel udara Ronaldo memang jauh lebih unggul daripada Messi, tentu saja karena alasan fisik Ronaldo, untuk beberapa hal lain Messi tidaklah inferior. Andai kata Messi tidak menderita penyakit pertumbuhan di masa kecilnya, saya yakin ia bisa menjadi pemain yang sama hebat dan bisa saja kemampuannya lebih lengkap dari Ronaldo, tapi mungkin kita tidak bisa melihat Messi dengan gaya permainan seperti sekarang.
- Permainan Messi lebih indah daripada Ronaldo. Memang sangat menyenangkan melihat seorang pemain meliuk-liuk melewati tidak hanya 1 atau 2 orang pemain lawan, bahkan sampai 7 orang seperti Messi, tapi bukan berarti gaya permainan Ronaldo tidak bisa kita nikmati. Dalam sepakbola kecepatan juga merupakan senjata mematikan. Ronaldo bisa memanfaatkan peluang yang paling kecil sekali pun, berlari cepat dengan tendangan yang keras serta akurat dalam sesaat mencetak gol. Ini juga permainan indah yang tidak kalah dari liukan Messi.
- Messi lebih hebat karena lebih rendah hati dan tidak sombong seperti Ronaldo. Pernyataan ini hanya kesan dari luar yang menilai bagaimana kedua orang tersebut bersikap, kenyataan yang sebenarnya bisa jadi tidak demikian. Yang patut diingat adalah, kita sedang membandingkan permainan dua pesepakbola bukan membandingkan moralitas keduanya.
- Ronaldo tidak banyak melakukan assist sebanyak Messi. Assist memang merupakan faktor menilai permainan seorang pemain, tetapi bukan juga merupakan satu-satunya ukuran. Gaya permainan dan penempatan posisi Messi memang memungkinkan Messi bisa melakukan assist lebih banyak, dan itu bukan berarti Ronaldo lebih inferior.
- Ronaldo lebih hebat karena saat ia membela Real Madrid lebih banyak menang melawan Barcelona yang dibela Messi. Sepakbola adalah permainan tim, kadang kondisi tim, jadwal tanding, strategi permainan dan situasi pertandingan menentukan jalannya sebuah pertandingan. Jadi tidak bisa jika kemenangan tim menjadi tolak ukur dua pemain.
- Ronaldo bisa bermain baik dan berprestasi di klub yang berbeda, sementara Messi belum tentu bisa juara jika pindah dari Barcelona. Pernyataan ini seperti mengatakan kalau Maldini di AC Milan, Zanetti di Inter Milan atau Giggs di Manchester United tidak punya prestasi apa-apa karena mereka bertahan di satu klub. Bertahan atau pindahnya pemain dari sebuah klub adalah pilihan klub dan pemain yang bersangkutan, yang kita nilai adalah permainannya bukan di berapa klub ia meraih gelar. Saya sendiri yakin jika Messi pindah klub ia juga akan meraih gelar bersama klub barunya.
Selain alasan-alasan tersebut banyak sekali perang argumen tentang tentang siapa yang terbaik. Melihat kedua pemain memang sangat sulit untuk menilai siapa yang terbaik. Saya secara pribadi sendiri menilai kedua pemain sama hebat. Tetapi jika harus memilih siapa yang memenangkan Balon d’or saya akan memilih Messi dengan satu alasan: “Permainan Messi sepanjang tahun lebih stabil bahkan cenderung meningkat. Selain memborong sebagian besar gol Barcelona, hampir di tiap pertandingan Messi memberikan permainan terbaiknya, di klub ia menjadi inspirator seperti Ronaldo, di level nasional ia menjadi pemimpin dan mengakhiri era tanpa golnya dengan hujan gol”. Bukankah Balon d’or diberikan kepada pemain yang paling baik permainannya sepanjang tahun?
Saat ini Ronaldo sedang berada di puncak karir seorang pemain sepakbola di usia 27-29, sementara Messi masih belum mencapai puncak karirnya. Tapi meski belum mencapai puncak karir Messi telah memiliki permainan yang sangat mencengangkan, jika semua berjalan normal kita menunggu bagaimana 2 atau 3 tahun ke depan ketika puncak karir seorang Messi.
Satu hal lain adalah mengenai perbandingan gaya hidup Messi dan Ronaldo. Kehidupan Ronaldo dekat dengan klab dan pesta malam, sementara Messi memiliki gaya hidup yang lebih natural dan tidak menyukai kehidupan malam. Bagaimana ini bisa menentukan permainan seorang pesepakbola? Untuk tetap berada di level tertinggi permainan, dengan jadwal kompetisi Eropa yang sangat padat seorang pesepakbola butuh kondisi fisik dan mental yang extra prima. Sejarah membuktikan kedekatan seorang pemain dengan kehidupan malam sangat mempengaruhi stamina dan mental, yang memperpendek umur karir seorang pemain. Contoh paling bisa dilihat adalah eks pemain Barca: Ronaldinho, karena hobinya kebintangan Ronaldinho meredup begitu cepat setelah melewati usia puncak kariernya. Bandingkan dengan Javier Zanetti atau Raul Gonzales yang masih bisa mempertahankan permainan meskipun usianya beranjak senja. Dengan haya hidup yang lebih sehat kit beruntung bisa menyaksikan seorang Messi dalam permainan terbaiknya hingga dalam 10-13 tahun ke depan, sementara Ronaldo dalam 5 tahun lagi sangat mungkin tidak akan sehebat sekarang.
Senin, 17 Juni 2013
Kesuksesan Seseorang yang Bernama Lionel Messi di Bidang Sepak Bola
Tampil di panggung kehormatan untuk menerima anugerah sebagai pemain terbaik 2009 di markas FIFA di Zurich, Swiss, 22 Desember 2009, Lionel Messi terbang ke Argentina sehari kemudian. Penyerang Barcelona itu menikmati liburan di kampung halamannya, Rosario, Santa Fe, bersama orang-orang tercintanya: kedua orang tuanya, Jorge dan Celia; kedua kakak laki-lakinya, Rodrigo dan Matias, serta adik perempuannya, Maria Sol. ada satuorang tercinta yang terlewat, yaitu sang nenek, yang bernama sama dengan ibunya, Celia. Si nenek meninggal dunia pada 1998, jauh sebelum Messi memborong kemudian banyak gelar individual tahun ini: pemain terbaik Eropa, Pemain terbaik dunia, pemain terbaik Piala Dunia Antarklub, juga pemain-pemain terbaik versi lain. "Tanpa nenek, saya tak akan meraih semua itu."Messi lahir di Rosario, 24 Juni 1987. dia sudah menendang-nendang apapun yang berbentuk bulat- dari plastik, potongan-potongan kain, hingga potongan karet- pada usia dua tahun. Neneknya adalah orang pertama yang membelikan Messi bola plastik pada usia tiga tahun. saat sang ibu kuatir Messi terluka karena berbenturan dengan temen-temannya yangmemiliki fisik lebih besar, si nenek malah berseru. "Biarkan anakmu bermain bola, itu tak akan membuat terluka."Messi bukan berasal dari keluarga berpunya, meski juga tidak miskin. Ayahnya, Jorge, seorang supervisor perusahaan baja Acindar. Ibunya petugas cleaning service paruh waktu. di sela pekerjaannya, Jorge terkadang melatih anak-anaknya di kampungnya bermain bola, termasuk Rodrigo dan Matias.Namun mata Nenek Celia lebih tajam daripada menantunya, Jorge, dalam melihat bakat Messi. Satu hari pada 1992, sang nenek mendatangi pelatih klub lokal, Grandoli, Salvador Aparicio. "Don Apa (Aparieio), lihatlah permainan Leio, betapa uniknya permainan cucuku." Kalimat itu masih diingat betul oleh Aparicio sampai sekarang.Rumah Aparicio cuma berjarak beberapa blokdari rumah keluarga Messi. Sebagai tetangga yang baik, Aparicio memenuhi permintaan Dona Celia untuk menguji kemampuan Messi. Dan sebenarnya Aparicio sendiri telah kerap mengamati Messi bila menendang-nendangkan bolake tembok, trotoar, atau apapun yangada di lingkungan mereka.
"Saya memberinyabola dananak itu memainkannya seperti telah memainkan bola sepanjang hidupnya," kata Aparicio mengenang pelatih Grondali ini langsung merekrut Messi di klub anak-anaknya. saat itu Messi berusia lima tahun. sang ayah, Jorge, memuji upaya ibu mertuanyaitu di kemudian hari. "Ibu saya memiliki visi yang tajam."
Tiga
tahun kemudian, pada 1995, Messi berhasil menembus klub anak-anak milik
Newell's Old Boys, satu dari dua klub besar di Provinsi Santa Fe. cerita soal anak yang memiliki bakat sebesar Maradona pun lebih tersiar luas. "Orang-orang rela membeli tiket sekedar melihat leo berlatih," kata Jorge bangga.
"Tubuhnya
lebih kecil dari temen seusianya, apalagi dengan teman-teman yang lebih
tua," ujar salah seorang guru sekolah dasar Messi, Diana Ferretti.
"Tapi dia jenius. Leo kerap membuatsaya tertawakarean semua temannya
menjadi tambah bodoh bila Leo mempermainkan bola."
Para
penggemar Newel's Old Boys menjuluki Messi, El Enano (Si Kerdil),
sedangkan kakaknya, Rodrigo, memanggilnya El Pulgo (Si Kutu).
Kedua-duanya merujuk pada fisik Messi yang mungil, tapi merepotkan
setiap pemain tim lawan.
Carlos
Morales, pelatih yang empat tahun menangani Messi di Newell's,
mengingat murid kesayangannnyaitu sebagai pemain yang pendiam. "Leo tak
banyakj bicara, tapi dia sangat disiplin dan seorang pendengar yang
baik. "Setiap berangkat berlatih, Messi membersihkan sepatunya sendiri,
menyiapkan perlengkapan, dan, meski dia merayakan ulang tahun, dia tetap tidur tak terlalu larut untuk menjaga kondisi.
Nenek
Celia tentu saja sangat bangga. upayanya memompa bakat sang cucu tidak
sia-sia. Sayangnya, sayang tak bisa melihat Messi beroleh kebesaran yang
lebih besar. Nenek Celia meninggal pada 1998 saat Messi masih di
Newell's Old Boys.
Namun
sang nenek masih mengikuti perjalanan sulit cucunya pada masa
kanak-kanak. ini berkaitan dengan ketidaknormalan perkembangan hormon
pertumbuhan Messi. "BIla tidak diatasi, pertumbuhan badannya akan
berhenti pada 150 centimeter, tidak lebih," kata Jorge.
Sejak
awal 1998, Messi membawa kemana-mana kotak obat yang berisi hormon
pertumbuhan "Dia kerap bermain di rumahsaya, "kata salah seorang
sahabatnya sekaligus rekan di tim anak-anak Newell's, LUcas Scaglia.
"BIla dia bermalam di rumah saya, dia datang dan langsung meletakkan
kotak obatnya didalam kulkas. setelah petang, dia ke dapur untuk
menyuntik dirinya. setelah itu, dia kembali bermain dengan saya seperti
tidak terjadi apa-apa."
Messi
masih mengingat masa-masa itu. "Saya menyuntikkan obat seperti
menggosok gigi. pada awalnya, orang-orang heran dan bertanya, untuk apa
saya melakukannya. setelah terbiasa, mereka pun jadi biasa melihat saya
membawa kotak obat dan menyuntikkan diri sendiri."
Jorge
mengandalkan asuransi kesehatan keluarga dan asuransi dari
perusahaannya untuk membeli hormon itu. biaya sebesar US$1000-1500
(sekitar 9,5 sampai 14 juta dolar Amerika Serikat). ketika krisis
ekonomi melanda Argentina, perusahaan JOrge terkena imbasnya juga.
Jorge
tak lagi punya uang berlebih untuk membiaya kesehatan anaknya. Presiden
Newell's Sergio Almiron juga angkat tangan dan cuma bisa membantu
dengan mengirim Jorge uang 200 peso (sekitar 500 ribu rupiah) sebanyak
dua kali.
Jorge
berinisiatif membawa Messi ke klub yang lebih besar; yaitu River Plate,
salah satu klub ternama di ibu kota negara, Buenos Aires. Kenyataannya,
River menampik karena tak mampu menanggung biaya pengobatan Messi.
"Malaikat
penolong" datang. namanya Josep Maria MInguella, agen pencari bakat
bagi Barcelona. "Saya tak terbaisa mencari pemain yang terlalu muda bagi
Barca." Katanya. "Namun dua rekan kerja saya di Argentina memaksa saya
untuk menengok, yang kata mereka seorang calon pemain fenomenal."
Messi pun mendapat kesempatan untuk memperagakan permainannya di hadapan Presiden Barcelona saat itu, Carlos RExach. Sang presiden kesengsem berat. Messi bersama ayahnya berada di markas Barcelona selama dua pekan. Setelah itiu, Jorge, menggertak Barcelona dengan mengatakan, "kontrak anak saya dan saya membawa semua keluarganya ke sini, atau saya akan mencari klub lain."
Messi pun mendapat kesempatan untuk memperagakan permainannya di hadapan Presiden Barcelona saat itu, Carlos RExach. Sang presiden kesengsem berat. Messi bersama ayahnya berada di markas Barcelona selama dua pekan. Setelah itiu, Jorge, menggertak Barcelona dengan mengatakan, "kontrak anak saya dan saya membawa semua keluarganya ke sini, atau saya akan mencari klub lain."
Rexach
mengabulkan permintaan itu. di kemudian hari, kedua belah pihak
mensyukuri kesepakatan mereka buat: Messi mendapat perawatan kesehatan
dan beroleh wadah yang tepat untuk bakatnya, sedangkan Barcelona
mendapat pelayanan istimewa dari Messi. Tinggi badan Messi pada usianya
yang sekarang 22 tahun adalah 169 sentimeter; lewat banyak dari sekadar 150 centimeter seperti diagnosis awal.
Bersama
Messi, La Braugrana-julukan Barcelona- mengumpulkan tiga gelar Liga
Spanyol, satu Piala Raja, tiga Piala Super Spanyol, dua gelar Liga
Champions, satu Piala Super Eropa, dan meraih juara Piala Dunia
Antarklub untuk pertama kalinya.
Lionel Andres Messi
Langganan:
Postingan (Atom)


